Daun Ijo

Ikuti

Bagan Instalasi Fermentasi Pembuatan Probiotik Cair dengan Saluran Pembuangan Biogas

oleh daunijo

Bagikan

daunijo.com- Sistem pertanian, peternakan dan perikanan modern tidak terlepas dari fermentasi dan probiotik. Beberapa hal dapat disebutkan sebagai contoh. Pada sistem pertanian proses fermentasi dapat digunakan untuk memproses bahan organik sebelum diberikan pada tanaman, juga proses pengolahan atau pengawetan beberapa produk pertanian.

Pada sistem peternakan dan perikanan bahan organik mulai banyak diberikan setelah difermentasi terlebih dahulu. Pelet lele dan aneka tepung sering difermentasi dulu sebelum diberikan pada ikan. Juga pada kambing, gedebog atau batang pisang yang sering dijadikan salah satu jenis pakan tambahan diproses terlebih dahulu dengan fermentasi.

Fermentasi sendiri meski ada berlangsung secara anaerob atau tanpa udara (oksigen), acapkali memerlukan mikroorganisme atau bakteri dalam prosesnya. Selain menghasilkan bahan organik yang telah mengalami perombakan, proses fermentasi juga menghasilkan individu-individu baru hasil perkembangbiakan mikroorganisme tersebut. Itulah mengapa proses perbanyakan probiotik salah satunya juga bisa dilakukan dengan melakukan proses fermentasi.

Untuk proses fermentasi yang tidak memerlukan udara, maka proses dilakukan dalam tempat yang tertutup rapat. Jika proses dilakukan dalam kondisi udara bisa masuk dalam wadah proses, maka dikhawatirkan bahan yang difermentasi akan terkontaminasi bakteri-bakteri lain selain dari yang bakteri yang digunakan dalam proses.

Sementara itu, saat proses fermentasi berlangsung akan terjadi akan menghasilkan gas (biogas) yang harus dibuang keluar ruang wadah. Membuka tutup wadah secara langsung untuk membuang kelebihan udara dalam wadah, akan memberi kesempatan adanya kontak bahan dengan udara luar.

Untuk permasalahan seperti ini para praktisi di lapangan biasanya menggunakan selang udara yang yang dipasang dengan rapat pada wadah fermentasi baik berupa tong, drum atau jerigen. Ujung selang yang lain dimasukkan dalam air yang ditampung dalam suatu tempat.

Dengan cara tersebut biogas yang dihasilkan dapat keluar dari wadah namun udara dari luar tidak bisa memasuki tempat fermentasi karena terhalang oleh air.

Bagikan

Terkait

Latest