Daun Ijo

Ikuti

Menetaskan Telur Ayam Kampung dengan Induknya

oleh daunijo

Bagikan

Menetaskan telur ayam kampung atau ayam buras kini lebih banyak dilakukan dengan menggunakan mesin penetas. Hal ini terutama dilakukan oleh peternak yang atau penjual bibit ayam kampung dalam jumlah besar.

Di kampung-kampung sendiri, ayam kampung lebih banyak ditetaskan dengan dengan cara tradisional pengeraman oleh induk ayam. Jumlah yang tidak begitu banyak, tidak perlu repot dengan urusan listrik dan mesin tetas, juga banyak yang masih percaya pengeraman oleh induk ayam lebih alami dan menghasilkan kualitas anak ayam yang lebih baik.

Kualitas Telur yang Baik
Telur yang akan ditetaskan harus berasal dari ayam betina yang ada jagonya. Ayam betina tanpa jago tetap dapat bertelur namun tidak akan jadi jika ditetaskan. Telur dapat berasal dari induknya sendiri atau ditambahkan telur dari ayam lain hingga jumlah yang ditetaskan dapat optimal. Cari ukuran telur yang normal, tidak di bawah rata-rata ataupun terlalu besar (telur kembar). Telur tidak berlubang, pecah  atau retak-retak.

Jumlah Telur
Agar telur dapat dierami induk ayam dengan baik, jumlahnya janganlah terlampau banyak dalam petarangan ayam. Cukup 10 hingga 12 telur yang umumnya masih dapat ayam mengerami dengan baik, meskipun ada faktor juga besar dan kecilnya induk ayam yang sedang mengeram jika anda ingin menambahkan jumlah yang disebutkan tadi.

Sarang yang nyaman dan aman
Siapkan sarang yang nyaman buat ayam mengeram. Ayam kampung sepertinya bukan tipe unggas pembuat sarang yang baik. Ayam akan menggunakan sarang yang  disiapkan di dalam kandang. Untuk alas dapat dibuat dari jerami padi yang kering atau merang padi. Tempat mengeram dibuat agak dalam dan luas agar telur tidak mudah terjatuh keluar sarang. Agar sarang ayam tidak dihinggapi gurem, dapat diberikan irisan daun tembakau sekitar sarang.

induk-ayam-mengerami-telur

Ruang khusus
Tempatkan ayam penetas dalam ruang khusus yang tertutup agar terhindar dari gangguan ayam lain. Termasuk juga dari gangguan ayam jantan dan hewan lain. Agar ayam tidak terlalu sering meninggalkan sarang, dapat disediakan saja pakan dan minumnya di dalam kandang. Pemberian pakan basah hendaknya dikontrol dengan baik, ayam yang sedang mengeram akan berkurang nafsu makannya.

Pengecekan Telur
Tidak semua telur yang ditetaskan dapat berhasil dengan baik. Jika telur yang tidak memiliki harapan menetas dapat diketahui lebih awal, tentu lebih baik. Caranya dengan diteropong atau diterawang dengan menggunakan kertas gelap yang digulung. Telur diletakkan diujung teropong dari kertas ini kemudian diarahkan ke sinar matahari atau sinar lampu sambil diputar-putar. Pejamkan salah satu mata dan mata yang lain yang terbuka untuk melihat di ujung teropong agar lebih fokus.

Jika terlihat ada calon embrio yang ditandai dengan semburat merah dan adanya seperti gumpalan darah, pertanda telur dapat menetas. Jika tidak, segera diapkir saja. Jika belum terlalu lama dierami masih bisa dimanfaatkan untuk konsumsi. Namun jika ragu, telur apkiran tetasan ini dapat dijadikan pakan tambahan saja untuk ternak peliharaan yang lain.

Telur-telur ayam kampung ini akan menetas dalam waktu lebih kurang 3 minggu atau 21 hari.

Galak
Tidak seperti pada mesin tetas, telur ayam ini tidak perlu dibolak-balik. Secara alami ayam akan membolak-balik telur dengan menggunakan paruhnya dan sering kali mengubah posisi telur untuk meratanya panas. Apalagi induk ayam yang sedang menetas umumnya akan menjadi agresif. Anda bisa kena patuk bila dekat-dekat dengan induk ayam ini. Sifat agresif induk ayam umumnya berlanjut hingga masa pemeliharaan anak ayam, ditandai dengan bulu-bulu yang mengembang sehingga badannya tampak besar.

Di akhir fase penetasan, sebagian besar cangkang telur dapat pecah dan anak ayam keluar dengan sendirinya. Namun terkadang ada satu atau beberapa telur yang anak ayam di dalamnya terlalu lemah tidak mampu memecah cangkang telur. Anak ayam ini akan perlu sedikit bantuan agar dapat keluar dari dalam telur.

Bagikan

Terkait

Latest