Cara Sederhana Membuat Bonsai Asam Jawa

daunijo.com- Bonsai asam jawa termasuk bonsai yang banyak digemari. Bonsai asam banyak menghiasi rumah-rumah maupun taman. Mulai dari bonsai asam yang benar-benar dibuat oleh para profesional hingga bonsai amatiran ala kadarnya yang dibuat para pecinta tanaman seperti bonsai di bawah ini. Bakal pembuatan bonsai asam baiknya ditanam sendiri dari biji saja agar lebih ramah lingkungan. Atau dari hasil cangkokan tanaman yang sudah besar sehingga tidak perlu mencabut tanaman dari asalnya. Berikut ini dokumentasi proses pemangkasan bakal asam dari awal sampai membentuk hasilnya.

Bakalan
Bakalan bonsai asam ini disemai dari biji, kurang lebih belasan tahun yang lalu. Karena tidak sempat melakukan training dari awal, bakalan tumbuh tinggi dan tidak teratur lagi. Tidak proporsional lagi dengan pot media tanamnya. Rencananya bakalan asam jawa ini ingin dijadikan bonsai yang pendek saja, tidak terlalu tinggi menjulang. Awal pertumbuhan dulunya sempat dililitkan kawat di batang utamanya. Karena tidak dilepas, kawat akhirnya termakan oleh pertumbuhan batang dan terbungkus di dalam. Akibatnya, batang pohon asam yang membesar agak menggelembung di bagian bawah.

Potong pendek
Tahap pertama dilakukan pemotongan batang dan ranting dengan gergaji dan gunting, disisakan beberapa cabang utama yang hendak dipertahanakan sesuai rancangan bonsai. Dua cabang utama dipertahankan dengan bayangan pola percabangan 1-2-4-8 atau 1-2-4-12.

bakalan-bonsai-asam-tua

Tanam ulang
Setelah dilakukan pemangkasan, saatnya bakalan bonsai asam ditanam ulang. Karena masih dalam tahap pembentukan cabang baru, media tanam dibuat agak banyak dan subur sehingga perlu pot yang agak besar. Pot-pot yang kecil dan datar cocoknya untuk bakalan yang benar-benar hampir jadi sehingga tidak perlu banyak nutrisi untuk pembentukan cabang baru.

potong-bakal-bonsai-asam-tua

Media tanam dapat dikurangi nyaris habis sambil memotong akar-akar serabut yang banyak dibagian bawah dan samping. Tanaman jenis asam ini pernah dicoba tanam ulang dengan menyemprot habis semua tanah media tanam yang menempel pada akar tanpa bersisa. Setelah ditanam ulang, tanaman tetap mampu tumbuh tumbuh dengan baik. Cara ini sering dilakukan untuk melihat bentuk akar utama dan untuk keperluan peletakan bonsai dengan akar di atas batu atau susunan karang.

repoting-bonsai-asam-tua

Jika ingin melakukan seperti ini, syaratnya, semua daun harus dipangkas habis dan ranting-ranting dikurangi dengan pemangkasan kemudian diletakkan dulu di tempat yang teduh. Pada tanaman asam yang lain pernah juga coba dilakukan dengan cara yang sama, namun daun masih tersisa banyak, yang terjadi kemudian akhirnya tanaman malah mati.

Dan harus diingat pula, tidak semua jenis tanaman bonsai dapat hidup jika ditanam ulang dengan menghabiskan semua media tanam lama, kecuali jenis tertentu saja.

tunas-muda-bonsai-asam

Batang menggelembung sisa kawat di dalamnya.

Pemilihan Cabang
Hasil tanam ulang ini akan menghasilkan banyak tunas baru. Sebagian tunas tumbuh sesuai lokasi yang diinginkan, sebagian lagi tumbuh di sembarang titik bahkan saling bertumpuk-tumpuk. Saatnya dilakukan pemilihan cabang dan ranting untuk membentuk sesuai pola bonsai asam yang sudah direncanakan. Potong tunas-tunas cabang yang tumbuhnya tidak sesuai pola yang direncanakan.

pilih-cabang-terbaik-bonsai-asam

Yang dilakukan berikutnya adalah pemeliharaan cabang dan tunas yang telah diseleksi ini hingga dapat membentuk tajuk bonsai sesuai dengan pola atau bentuk yang diinginkan. Pengawatan atau pemasangan tali dapat dilakukan untuk mengarahkan cabang dan ranting ke arah yang dikehendaki. Masih perlu waktu yang cukup panjang untuk mendapatkan hasil yang optimal.
bakal-bonsai-pangkas-pertama

Dua cabang baru yang dipelihara tumbuh cukup baik dan dilakukan pemangkasan. Percabangan yang ada pada bakalan bonsai ini menjadi lebih seimbang. Media dapat diganti agar tanaman yang masih dalam masa pembentukan tetap mendapat asupan unsur hara yang cukup.

hasil-bonsai-asam-pruning-kedua

Penampilan baru bakal bonsai asam, bandingkan dengan gambar pertama saat belum dilakukan pemangkasan.

Kontrol
Untuk mendapatkan hasil sesuai rencana, pertumbuhan ranting dan cabang tanaman harus selalu dikawal dan dikontrol. Jika lama tidak diperhatikan, cabang atau ranting yang tidak dikehendaki kadang tumbuh subur melebihi cabang atau ranting yang diinginkan. Akibatnya, pola atau bentuk yang dikehendaki akan banyak berubah melenceng dari rencana semula dan harus mulai lagi proses pembentukan dari awal.

6 thoughts on “Cara Sederhana Membuat Bonsai Asam Jawa

  1. Kania

    Pohon asam saya di pot tumbang krn sdh terlalu tinggi. Pot kecil. Akar inti patah. Masih bisa di pindah ke pot lain engga ya . Rencana mau di buat bonsai

  2. daunijo Post author

    mudah2an masih bisa,… kalau cara saya, tanaman akan saya pangkas seluruh daunnya dulu dan ranting2nya yang kecil untuk mengurangi penguapan. kemudian ditanam ulang. Asal msh ada akar biasanya masih bisa hidup lagi.
    Kalo tdk disertai pemangkasan sy pernah alami dan tanaman kemudian mati.

  3. Wisen

    Pak, apa menyediakan budidaya nya pak? Atau mengetahui pakar budidaya asam? Saya perlu pakar yang dapat mendampingi pada saat nanti di lapangan, thanks

    1. daunijo Post author

      Untuk keperluan bonsai ataukah budidaya buah mas? Kl untuk bonsai ada baiknya bertukar pengalaman dengan ahlinya, sy sendiri hanya peminat tanaman dalam kategori yg awam.

  4. Robi saputra

    Bang bagaimana ya cara cepat membesarkan batang anakan asam jawa….dan proses pembentukan bonsai selanjutnya

  5. daunijo Post author

    Tanam langsung di tanah tapi di beri pot mas akan lebih cepat besar, mudah juga saat pengambilan bakalannya nanti,…

Comments are closed.