Panen Lele Dumbo Perdana Kolam Terpal dengan Penyortiran

Setelah dua setengah bulan dipelihara di kolam terpal, akhirnya tiba saatnya untuk melakukan panen lele untuk pertama kali. Saat dilakukan pengambilan sampel ikan lele dengan jaring diperoleh hasil 10 ikan lele dengan bobot timbangan 1,068 kg atau 1068 gram. Jika di rata-rata satu ekor ikan sampel baru memiliki berat sekitar 100 gram saja.

Panen lele perdana umumnya dilakukan setelah pembesaran dari waktu tebar bibit usia dua hingga tiga bulan. Panen perdana ini dilakukan dengan menyortir ikan-ikan lele yang memiliki ukuran layak jual dan ikan yang masih kecil. Permintaan pasar ikan lele untuk konsumsi warung atau catering makan umumnya berukuran satu kilogram berisi 8 hingga 9 ekor ikan. Dengan demikian berat layak panen untuk ikan ini antara 111 gram hingga 125 gram.

Dalam satu kolam hampir mustahil untuk mendapatkan ukuran ikan yang seragam, untuk itulah perlunya dilakukan penyortiran.  Semakin besar ikan tentunya semakin banyak pakan yang diperlukan. Ikan yang sudah layak jual hendaknya segera dipanen untuk mengurangi konsumsi pakan ikan yang membengkak yang berakibat naiknya biaya pemeliharaan.

Penyortiran ikan
Cara sortiran ikan dilakukan dengan mengurangi volume air di dalam kolam lebih dahulu. Dengan level ketinggian air yang rendah ikan akan mudah ditangkap, langkah ini sekaligus dimaksudkan untuk penggantian air kolam. Setelah selesai penyortiran, kolam segera diisi kembali dengan air.

panen-lele-dumbo-kolam-terpal

Sebelum dilakukan penjaringan ikan, kolam ikan dibagi dua bagian terlebih dahulu dengan mengunakan jaring berlubang lebih kecil dari ikan konsumsi atau dibuat pagar dari bambu.  Jaring digerakkan dari satu sisi kolam sambil menggiring ikan menuju sisi yang lainnya. Sisi yang ditinggalkan ini akan akan kosong dengan ikan besar dan sebagian ikan yang masih masih kecil dapat masuk ke dalam. Ikan kemudian dijaring dan dipilih satu-satu. Ikan yang layak jual dimasukkan ke dalam ember atau tong, sementara ikan yang kecil dimasukkan ke sisi ruang kosong. Penjaringan dilakukan berulang-ulang sampai ikan habis. Cara ini efektif untuk menyortir hampir semua ikan namun memerlukan waktu yang agak lama.

ember-sortir-lele-konsumsi

Untuk proses yang lebih cepat, setelah ikan dipojokkan dengan pagar, bisa langsung dijaring dengan jaring yang lubangnya besar disesuaikan untuk ikan konsumsi. Ikan yang layak jual akan tertinggal di dalam jaring dan ikan yang masih kecil akan terjatuh kembali ke kolam. Kelemahan cara ini, satu ikan bisa terjaring berkali-kali hingga bisa menurunkan daya tahan ikan, dan kemungkinan masih ada ikan-ikan besar yang terlewat kena jaring dari kerumunan ikan.

Pemeliharaan untuk panen berikutnya
Setelah penyortiran jika memiliki beberapa kolam,  ikan kecil bisa disatukan di satu kolam untuk dipelihara lebih lanjut. Tentu dengan catatan ikan yang dijadikan satu tidak ada yang terkena penyakit karena dapat menulari ikan yang lain. Kolam-kolam yang kosong bisa mulai dipersiapkan untuk penebaran bibit lele periode berikutnya.

Ikan-ikan yang terlalu besar biasanya ditolak oleh konsumen warung makan atau katering. Namun demikian ikan-ikan besar ini justru dicari oleh pemilik usaha kolam-kolam pemancingan. Biasa dicari ukuran satu kilogram untuk 3 atau 4 ekor ikan. Disamping untuk kolam pancingan, usaha pembuatan bakso ikan lele dan keripik lele bisa menerima ikan-ikan lele dalam ukuran besar. Selain itu jika anda berninat membibitkan sendiri ikan, akan memerlukan indukan berukuran besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *