Panen Pupuk Cair dan Kompos dari Komposter Mini Ember

Hampir satu bulan sudah komposter mini yang terbuat dari ember bekas cat 25 kg beroperasi di rumah. Sampah-sampah dari dapur yang berupa sisa sayur, dedaunan dan juga sisa buah jadi pengisinya. Sesekali masuk juga jeroan ikan atau sisa ikan asin. Wadah komposter yang tadinya penuh dengan bahan kompos mentah ini selama beberapa hari tidak diisi dan kini turun jadi jadi setengahnya saja. 600 ml pupuk organik cair diperoleh dari panen perdana komposter mini ini.

Panen Ganda
Komposter mini ini selain dapat menghasilkan pupuk kompos dalam bentuk padat juga menghasilkan pupuk cair. Sampah yang telah menjadi kompos akan berupa warna menjadi hitam dengan bau yang tidak busuk atau menyengat. Jika baunya masih busuk atau menyengat, pertanda kompos yang dibuat belum matang benar. Bahan seperti itu jika langsung diberikan pada tanaman dapat menyebabkan kematian.

Kompos padat biasa diangin-anginkan dulu beberapa hari sebelum digunakan untuk pupuk tanaman. Pemberian pupuk dapat dibenamkan dalam lubang yang dibuat didekat tanaman atau dapat pula dijadikan lapisan penutup tanah dalam pot. Dengan lapisan ini, selain menambah kesuburan juga menjaga kelembaban tanah agar tidak cepat kering.

Pupuk cair sebagian dapat digunakan untuk menyiram tanaman setelah diencerkan. Sebagian lagi dapat dijadikan starter pengomposan berikutnya dengan disiramkan pada bahan-bahan yang dimasukkan dalam ember komposter.

Bau di Pupuk Cair
Cairan yang dihasilkan dari proses komposter ini dinamakan lindi. Cairan yang baru dipanen biasanya memiliki bau yang cukup menyengat dan berwarna coklat gelap. Sejumlah praktisi tidak memakai secara langsung pupuk cair ini sebelum bau menyengatnya hilang. Pupuk cair yang masih bau ini didiamkan selama beberapa hari hingga baunya berkurang dan sisa padatan yang berasal dari bahan kompos mengendap. Jangan lupa untuk diencerkan dulu pupuk cair ini dengan tambahan air sumur sebelum diberikan pada tanaman. Pemakaian bisa dengan cara siram atau disemprotkan pada tanaman.

panen-pupuk-cair-komposter-ember

Lele dan Cacing
Selain untuk pupuk, komposter ini dapat juga digunakan sebagai persediaan pakan bagi cacing-cacing yang dipelihara. Kompos padat yang dihasilkan dapat diberikan sebagai pakan cacing untuk menghasilkan pupuk kascing.

Sementara itu, saat proses pengomposan berlangsung akan banyak belatung-belatung lalat yang muncul. Hasil samping ini dapat digunakan untuk pakan ikan terutama ikan lele untuk penambah protein.

Pupuk Cair Tidak Begitu Subur?
Pupuk cair dari komposter ini sifatnya sebagai pelengkap nutrisi dan perangsang pada tanaman saja. Masih diperlukan tambahan pupuk padatan yang diaplikasikan ke dalam tanah untuk mendapat hasil dari tanaman yang optimal.

Beberapa jenis pupuk cair lain dapat juga difungsikan juga sebagai pengendali hama tanaman, seperti pupuk cair dari fermentasi urine kambing, sapi atau kelinci.


2 Comments on Panen Pupuk Cair dan Kompos dari Komposter Mini Ember

  1. Klo pupuk stlah 8 hari kok tmbul larva/belatung yah,apkah pupuk cair gagal ? Tpi brbau tape..,mhon solusi ny pak..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*