Cara Mengajari Benih Ikan Gabus agar Mau Makan Pelet

Benih ikan gabus makan pelet.

daunijo.com- Dalam budidaya ternak ikan gabus, beberapa makanan pokok dalam pemeliharaan atau pembesaran dapat dipilih. Ada yang menggunakan sisa bagian dalam ayam potong, ikan rucah, ada juga dengan aneka siput, keong, bekicot hingga pelet. Jika makanan pokok pembesaran adalah pelet, maka perlakuan agar benih gabus mau makan pelet dapat dilakukan.

Dari pengalaman beberapa pembenih ikan gabus, cara paling cepat dalam mengajari benih ikan gabus makan pelet adalah dengan menambahkan benih ikan lain yang sudah terbiasa makan pelet ke kolam benih ikan gabus. Benih ikan yang mudah diperoleh dan murah harganya adalah ikan nila.

Umumnya benih ikan nila ini telah terbiasa makan pelet. Saat diberi makan pelet, benih ikan gabus yang semula tidak respon saat diberi pelet akan mulai tertarik untuk mencoba belajar makan pelet. Jika sudah ada yang mulai tertarik dan mencoba untuk makan maka benih-benih gabus yang lain akan ikut-ikutan. Dalam hitungan hari, mayoritas benih ikan gabus sudah mulai dapat menerima pakan pelet. Dari pengalaman di lapangan 3-7 hari sejak diberi campuran ikan nila, benih ikan gabus sudah mulai lancar makan pelet.

Ukuran pelet pada tahap ini hendaknya perlu disesuaikan dengan besar mulut benih ikan. Untuk benih berusia kurang lebih satu bulan, pelet seukuran pf 500 dapat diberikan. Berikut beberapa catatan lain dalam mengajari benih ikan gabus makan pelet yang dipelihara dalam kolam terpal yang tidak terlalu luas ini:

  1. Tidak perlu terburu-buru dalam mengganti pakan benih ikan gabus dariĀ  pakan alami seperti kutu air atau cacing sutra menjadi pakan pelet. Biarkan benih tumbuh dengan panjang yang memadai dulu hingga mencapai panjang 4-5 cm atau lebih. Panjang ini dapat diperoleh kurang lebih 1 bulan atau lebih sejak telur ikan menetas. Dengan pakan alami cacing atau kutu air, benih ikan berada dalam fase pertumbuhan tercepatnya.
  2. Jumlah benih nila yang ditambahkan tidak perlu terlalu banyak. Sebagai contoh dalam kolam terpal yang tidak terlalu besar, 40 ekor hingga 50 ekor benih nila telah cukup memadai untuk mengajari sekitar 1000 ekor benih ikan gabus makan pelet. Selain agar kolam tidak menjadi lebih terlalu padat, benih nila juga lebih sensitif terhadap kepadatan dan perubahan kualitas air kolam. Saat kualitas air turun, meski masih dapat ditoleransi oleh benih gabus, benih nila dapat banyak yang mati.
  3. Selama peralihan pakan dari cacing sutra menjadi pelet ini, pemberian cacing sutra tetap dapat dilakukan dengan jumlah dan frekuensi yang lebih sedikit.
  4. Untuk meminimalkan sisa pelet yang tenggelam ke dasar kolam, ada baiknya perlu dibuatkan wadah untuk menampung pelet yang jatuh ke dasar kolam. Baki plastik datar kotak atau lingkaran dapat digunakan untuk keperluan ini.
  5. Sepertinya tidak semua benih ikan mau beralih dari pakan alami sebelumnya menjadi pelet. Dari pengamatan di kolam, banyak terlihat juga benih yang tidak mau makan pelet meski yang lain sudah lancar beralih ke pelet. Benih ikan seperti ini umumnya ditandai dengan kepala yang terlihat besar dan tampak tidak proporsional dengan tubuh yang relatif kecil.

Karena tidak semua benih dapat beralih ke pelet, tidak heran jika di sekitar periode ini akan banyak ditemukan ikan-ikan yang mati. Kemungkinan besar ikan-ikan yang mati yang tidak bisa beralih ke pakan pelet. Selama periode awal perpindahan pakan ke pelet ini kualitas air perlu lebih diperhatikan. Air menjadi lebih cepat kotor akibat sisa-sisa pelet yang tidak termakan.

Video cara mengajari benih ikan gabus makan pelet dapat dilihat di channel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *