Cara Mengganti Media Tanam Adenium

daunijo.com- Mengganti pot dan media tanam adenium. Tanaman adenium dalam pot harus diganti media secara berkala. Terbatasnya volume media dalam pot membuatnya harus diganti secara berkala. Tanaman menyerap unsur hara dalam pot untuk pertumbuhan. Setelah jangka waktu tertentu, unsur hara akan berkurang dan tanah menjadi miskin unsur hara. Kondisi ini membuat pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan perlu segera dilakukan pergantian atau pengisian ulang media. Media lama yang sudah miskin unsur hara sering digunakan semut hitam untuk bertelur.

Pergantian media tidak disarankan saat musim hujan. Intensitas hujan yang tinggi sering membuat adenium repotting menjadi busuk akibat kurangnya penguapan dan timbulnya luka pada batang juga akar. Apalagi jika dilakukan proses pemangkasan daun, cabang dan juga akar maka potensi untuk busuk menjadi tinggi.

Persiapan Media Tanam Adenium
Untuk komposisi media tanam adenium bisa dicoba formula  sekam bakar 40%, pasir malang 40% dan pupuk kandang 20%. Atau perbandingannya 2 : 2 : 1. Jika pasir malang tidak dimiliki bisa disubstitusi dengan pasir bangunan meskipun hasilnya kalah bagus. Sekam bakar bisa anda substitusi dengan sekam mentah saja.

cara-ganti-media-adenium

Pada praktek ini akan dicoba media yang ada dan mudah diperoleh di pekarangan rumah saja. Tanah humus (top soil), pupuk kandang, sekam mentah, dan sekam bakar dicampur dengan perbandingan 1 : 2 : 1 : 1. Porsi pupuk diperbesar dengan pertimbangan tanaman tidak akan diberi pupuk tambahan saat bertumbuh.

Persiapan Tanaman
Tanaman dikeluarkan dari dalam pot lama. Tanah media lama dilepaskan dari akar tanaman. Jika ingin akarnya bersih total dari media lama bisa dilakukan dengan penyemprotan air dari selang. Umumnya sambil diganti media dilakukan juga pemangkasan untuk membentuk tajuk pada media tanam yang baru. Mengurangi panjang cabang atau membuang cabang yang tidak dikehendaki bisa dilakukan.

Akar tanaman bisa dipangkas sebagian, terutama akar-akar serabut bagian luar. Jika dilakukan pemotongan akar juga, sebaiknya tanaman tidak langsung ditanam lagi dalam pot dengan media yang baru, namun diangin-anginkan dulu barang semalam atau dua. Ini agar luka-luka pada akar atau batang menjadi kering dan tidak membusuk saat terkena air.

Penanaman langsung tanpa diangin-anginkan dapat dilakukan dengan menyisakan sedikit media yang berdekatan dengan akar dan tanaman tidak mengalami banyak luka akibat pemotongan akar.

Penanaman Adenium dengan Media Baru
Jika tanaman dan pot yang lama sudah tidak proporsional lagi, bisa dilakukan pergantian pot dengan ukuran yang lebih besar. Lapisi lubang-lubang pembuangan pot dengan pecahan genting atau sterofoam agar tanah tidak banyak tumpah keluar saat disiram air. Adenium bisa ditanam lagi dalam pot dengan media yang baru. Pastikan media juga masuk ke sela-sela ruang antar akar adenium. Caranya pukul-pukul pot dengan tangan dari samping kiri dan kanan. Dengan cara ini media akan menyatu dengan batang dan akar tanaman lebih baik.

adenium-repotting-ganti-media
Adenium ditanam ulang, gaya miring/slanting.

Selesai proses tanam ulang, biasa penulis tidak langsung menyiram tanaman dengan air. Penyiraman dilakukan setelah dua atau tiga hari berikutnya untuk menghindari busuk akar. Tentunya masing-masing praktisi memiliki pengalaman sendiri tentang penyiraman air pada adenium pasca repotting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *