Kanibalisme pada Ikan Lele dan Usaha Pencegahannya

Selain makanan dari jenis tetumbuhan, pada dasarnya ikan lele termasuk ikan yang memiliki sifat karnivora atau pemakan daging juga. Di alam liar ikan lele makan ikan-ikan kecil, udang dan hewan-hewan kecil yang ada di lingkungannya. Beberapa jenis ikan yang tergolong karnivora tidak segan-segan memakan ikan lain dari jenisnya sendiri termasuk ikan lele ini. Di kolam peliharaan, sifat kanibal pada ikan lele ini sebenarnya bisa ditekan. Beberapa penyebab dan cara langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalkan kematian ikan lele akibat dimakan lele yang lain diantaranya:

1. Pemberian makan yang teratur
Salah satu pemicu kanibalisme pada ikan lele adalah perutnya yang lapar. Lele yang kelaparan akan cenderung agresif dan dapat memakan sesamanya. Pemberian pakan yang teratur dapat meminimalkan kanibalisme akibat ikan yang kelaparan ini.

2. Terbiasa dengan pakan mentah
Ikan lele dapat menerima pakan tambahan berupa sisa-sisa daging mentah. Ikan yang terbiasa dengan pakan mentah akan lebih agresif  dibandingkan ikan pemakan pelet pabrik. Biasakan mematangkan bahan pakan mentah seperti sisa daging, jeroan, bekicot atau keong mas sebelum diberikan pada ikan untuk mengurangi agresivitas ikan. Proses pematangan bisa dilakukan dengan pembakaran atau perebusan bahan.

3. Luka pada tubuh ikan
Akibat perkelahian dengan sesama ikan lele dapat menimbulkan luka-luka pada tubuh ikan. Luka-luka ini akan merangsang ikan lele lain semakin agresif menyerang hingga timbul kematian. Selain akibat luka berkelahi, benda-benda tajam yang ada di kolam dapat memicu terjadinya luka gores pada tubuh ikan. Batu-batu tajam atau pecahan genting yang diletakkan pada kolam dapat menjadi penyebabnya. Saat kolam dikuras, ikan lele akan cenderung bergerombol dan bertumpuk-tumpuk sehingga bagian batu yang tajam dapat melukai tubuh ikan. Singkirkan batu-batu atau benda tajam ornamen kolam dari dalam air.

4. Penyeragaman ukuran lele peliharaan
Ikan lele yang berbeda jauh ukurannya dalam satu kolam dapat menjadi penyebab kanibalisme. Terutama saat ikan kelaparan, ikan lele dengan ukuran yang jauh lebih kecil akan mudah menjadi korban kanibalisme. Upayakan penyeragaman ukuran ikan dengan penyortiran. Langkah sortir dapat dilakukan mulai saat tebar benih hingga beberapa kali saat pemeliharaan.

kanibalisme-ikan-lele
Ikan lele dalam drum, tidak luput dari kanibalisme.

5. Ukuran kolam
Kolam yang lebih luas dapat meminimalkan kanibalisme pada ikan. Kolam sempit dengan padat tebar tinggi lebih rentan terhadap kanibalisme. Untuk padat tebar tinggi biasa diterapkan pemberian pakan yang lebih sering dan intensif sebagai upaya pencegahan. Selain memperluas kolam, langkah kebalikannya dapat diambil yaitu menurunkan tingkat kepadatan ikan dalam kolam.

Selain langkah-langkah di atas, untuk meminimalkan kanibalisme dapat dilakukan dengan panen yang tepat waktu. Lele usia dua setengah atau tiga bulan hendaknya sudah mulai dikurangi jumlahnya dengan memanen ikan-ikan yang sudah layak jual. Dengan cara ini, ikan yang terlalu menonjol pertumbuhannya tidak akan tumbuh menjadi semakin besar dan justru berpotensi menjadi predator dalam kolam.


1 Comment on Kanibalisme pada Ikan Lele dan Usaha Pencegahannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*