Mobil Antik Suzuki Pick Up Truntung Merah Warna Hitam

Salah satu mobil jenis pick up yang termasuk kategori antik dengan lumayan banyak penggemar adalah mobil truntung. Mobil truntung atau trontong keluaran suzuki ini tergolong mobil angkut berukuran kecil. Lebar bak tidak lebih dari 1,40 m dengan panjang bak 2,00 meter. Jauh lebih kecil dari ukuran MPV grand livina atau avanza. Sementara kedalaman bak angkut sekitar 25 cm saja.

Salah satu serinya adalah pickup truntung ST20 keluaran 1982, lebih dari 30 tahun yang lalu. Dengan kapasitas silinder mesinnya 550 cc,  mobil ini masih mampu digunakan untuk keperluan angkut-angkut barang ringan dengan jarak tidak terlalu jauh. Angkutan jual beli sayur, panen gabah dari sawah, atau sekedar untuk koleksi kendaraan mobil antik.

Tanpa Oli Mesin
Salah satu yang unik dari mobil ini adalah tidak ada pemakaian oli mesin. Mobil dengan bahan bakar bensin ini, hanya memerlukan oli samping saja tanpa oli mesin. Termasuk kategori mesin 2 tak dengan busi berjumlah 3 biji saja yang dapat dilihat jika bak bagian depan dibuka tutupnya. Posisi tabung bensin berada di bawah bak bagian belakang dengan posisi tutup lubang berada di belakang roda belakang sebelah kanan.

Suara mesin yang truntung-truntung dibarengi dengan asap berwarna biru yang keluar dari lubang knalpotnya.

Gigi 4
Tidak seperti mobil-mobil keluaran terbaru, mobil truntung suzuki warna merah ini hanya memiliki gigi kecepatan hingga 4 saja. Gigi satu hingga empat dioperasikan  nyaris sama persis seperti mobil-mobil baru yang manual, standar H. Tentu saja tidak semulus kopling pada mobil-mobil yang lebih muda, perlu beberapa penyesuaian bagi yang belum terbiasa. Cara menginjak pedal gas juga terasa berbeda dibanding mobil-mobil muda. Model injakannya mirip-mirip seperti injakan pedal yang banyak dipasang pada mesin jahit listrik.

pick-up-suzuki-truntung-merah-solo

Sementara untuk gigi belakangnya, sedikit berbeda cara pengoperasiannya. Tuas perlu ditekan dulu ke bawah, baru kemudian dioperasikan gigi untuk arah belakang.

Radiator
Bagian penting dari sistem pendingin pada mobil bekas antik ini adalah instrumen radiator. Posisinya berada di bawah jok tempat duduk ruang kemudi di bagian kiri. Satu panel indikator untuk temperatur yang masih bekerja dengan baik, berada di samping indikator bahan bakar yang juga masih berfungsi dengan baik.

Radiator ini harus sering-sering dilakukan pengecekan untuk monitoring air radiator dan kemungkinan adanya kebocoran pada tabung.

60-70 km/jam
Meski indikator kecepatan pada panel ukur berskala hingga 120 km/jam, dengan kondisi mesin mobil yang sudah cukup berumur angka 60 km per jam hingga 70 km per jam tampaknya menjadi kecepatan optimal buat mobil truntung tua ini.

Dengan kecepatan digeber lebih kencang dari itu, mesin dapat menjadi terlalu panas atau mengalami overheat hingga mati.

Hitam?
Truntung merah kok warna hitam? Body mobil bercat merah, TNKB warna hitam. TNKB atau plat warna hitam buat perorangan, kuning mobil umum, merah pemerintah punya.

Untuk urusan tarif harga pajak, mobil jenis ini tergolong tidak begitu mahal. Hanya sedikit lebih tinggi dari pajak kendaraan untuk sebuah motor roda dua keluaran baru 125 cc. Sekitar 300an ribu rupiah saja. Dan bagi  yang tidak tahan udara panas, siapkan kipas dan es batu jika naik mobil ini. AC nya AC alami dengan cara buka jendela kiri kanan lebar-lebar,..


1 Comment on Mobil Antik Suzuki Pick Up Truntung Merah Warna Hitam

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*