Prinsip Kerja Bell Siphon Sederhana pada Akuaponik Pasang Surut

Salah satu piranti yang penting pada model tanam akuaponik sistem pasang surut adalah siphon. Salah satunya, siphon bell pada akuaponik sistem pasang surut berfungsi membuat air pengisi bak atau wadah tanam akuaponik dapat naik hingga level tinggi tertentu untuk kemudian mengubah keadaan menjadi air turun hingga level rendah. Saat air naik (kondisi pasang) menjadi kesempatan bagi akar tanaman untuk menyerap nutrisi dari dalam air dan saat air turun rendah (kondisi surut) menjadi kesempatan pertukaran udara di rongga media tanam dan pernafasan pada akar tanaman.

Bagian-bagian
Aneka jenis model siphon bell dapat ditemukan pada kolam-kolam pengguna akuaponik. Dengan berbagai macam bahan dan desain yang berbeda. Salah satunya yang dirasa cukup sederhana seperti model pada gambar dibawah. Sebuah siphon bell sederhana ini terdiri dari T2 berupa tabung terbuka yang berfungsi sebagai saringan air.

Dinding Tabung T2 dibuat berlubang-lubang agar air dapat masuk namun tidak dengan partikel media tanam dalam wadah.

prinsip-kerja-siphon-bell-sederhana

T1 berupa tabung tertutup kecuali bagian dasarnya yang diberi lubang-lubang untuk memasukkan air. Di dalam tabung T1 diletakkan pipa yang berbentuk menyempit bagian bawahnya sebagai penyedot sekaligus pengubah kecepatan aliran air.

Cara Kerja

Air yang masuk ke wadah tanam karena media yang berongga akan segera turun dan mulai mengisi bak dari bawah. Air dalam bak makin meninggi sembari akan menembus saringan T2 dan mulai mengalir masuk ke tabung T1.

Sambil mengisi tabung T1, air yang masuk ini akan mendesak udara keluar dari tabung melalui pipa P1 dan P2.

Setelah tabung T1 mulai penuh, air akan mengalir ke bawah memenuhi pipa P1 dan P2 untuk selanjutnya keluar lagi menuju kolam ikan di bawahnya. Air yang keluar bukan hanya yang ada pada tabung tetapi juga air dari bak ikut mengalir keluar.

Kecepatan aliran air saat siphon bekerja dapat melonjak cukup tinggi jauh lebih besar dari aliran air yang masuk ke bak. Saat air dalam bak dalam telah mencapai level terendahnya, udara dari luar mulai masuk ke tabung T1, air akan berhenti mengalir dan bak akan terisi naik lagi. Begitu seterusnya.

Perbedaan Tekanan

Bagaimana bisa seperti itu?  Air dapat mengalir jika terjadi perbedaan tekanan. Seperti saat kita menguras air dalam bak mandi di rumah dengan menggunakan selang air. Air akan berhenti mengalir saat level mulai rendah mendekati lubang selang dalam bak dan selang mulai terisi dengan udara. Pada selang air, perbedaan tekanan pada dua ujungnya karena perbedaan tinggi membuat air dapat mengalir keluar.

Pada bell syphon ini, air yang mengalir naik ke dalam tabung akan mendesak udara keluar dari tabung. Saat air mulai mencapai bibir pipa dalam tabung dan mulai mengalir deras ke bawah hingga memenuhi lubang pipa kecil terjadilah jebakan ruang udara di dalam tabung. Ini menyebabkan perbedaan tekanan yang cukup dengan air di luar tabung sehingga air mengalir dengan deras seperti tersedot.

Gagal?

Kegagalan dalam pembuatan bell siphon, atau lebih tepatnya gagalnya bell siphon yang sudah dibuat bekerja dengan baik,  ini umumnya disebabkan oleh dua hal. Yang pertama, aliran debit air kolam yang masuk ke dalam bak terlalu kecil atau terlalu besar. Aliran yang terlalu kecil akan menyebabkan air mengalir lewat pipa begitu saja tanpa terjadi penurunan tinggi air di luar tabung. Sementara jika aliran terlalu besar, setelah air surut akan sulit untuk pasang lagi. Air mengalir terus tanpa terjadi kenaikan air di dalam bak karena udara kesulitan masuk kembali ke dalam tabung.

Dan yang kedua pipa yang dipasang dalam tabung terlalu besar diameternya sehingga aliran air dari bibir pipa tidak dapat menyatu menutup luasan penampang pipa. Efeknya sama, air hanya lewat tanpa terjadi penurunan tinggi air dalam bak. Selain itu kebocoran pada area alas bak di sela lubang tempat keluar pipa kecil dapat menjadi penyebabnya.

Cukup menarik untuk dicoba, tabung-tabung dan saluran air pada siphon bell di atas bisa dibuat dari pipa-pipa PVC pralon bekas. Atau, jika ingin lebih murah dan mudah sudah banyak yang mencoba membuatnya dengan menggunakan botol-botol bekas minuman.

Setelah dapat dicoba dan berhasil, bisa dilanjutkan dengan menanam akuaponik model pasang surutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *