Uji Coba Belut Tanpa Lumpur dalam Akuarium

Daunijo.com_ Satu ekor belut konsumsi dari pasar, cukup besar panjang di atas 40 cm dengan bobot sekitar 1 ons lebih, sekitar 110 gram saya pelihara dalam akuarium berukuran panjang 60 cm tanpa pompa air, tanpa aerator jadi polosan saja.

Tanpa lumpur atau tanah belut dari jenis belut sawah ini dipelihara dengan ketinggian air divariasi antara 5 cm hingga sekitar 10 cm. Satu tempat bersembunyi diletakkan dalam akuarium, dibuat dari potongan paralon PVC yang diambil separuhnya.

Tentu saja dipilih belut yang sehat, meski ada luka di punggungnya namun sudah sembuh. Belut dari pasar memang rawan mati karena tujuan awalnya memang belut dikonsumsi. Tentu ada yang masih dalam kondisi sehat, ada yang setengah sehat. Belut yang ini sudah melalui karantina beberapa hari dan masih bertahan hidup.

Untuk pakan diberikan cacing tanah, terkadang cacing merah juga diberikan sekali sehari. Pakan jenis lain kadang diberikan juga berupa ikan kecil-kecil, yang agak susah belut ini memakannya jika airnya dalam kondisi tinggi.

Pakan dari jenis serangga, seperti magot BSF, ulat hongkong sesekali diberikan juga dengan respon yang tidak terlalu bagus. Dimakan juga, namun sedikit dan kurang berselera.

Untuk pakan dari jenis keong sawah tidak terlihat responnya meskipun 1 dari beberapa ekor keong sawah yang diberikan telah kehilangan isinya, kemungkinan besar dimakan juga oleh si belut.

Pakan dari jenis pelet coba diberikan juga, dengan respon yang tidak terlihat. Namun jika diamati bekas-bekasnya, kemungkinan di makan juga oleh belut. Tapi banyak yang bersisa dan ke air jadi cepat kotor.

Setelah kurang lebih sebulan dipelihara dalam akuarium tanpa lumpur, dilakukan penimbangan. Belut dalam kondisi sehat, setiap diberi makan selalu dimakan. Bobot akhirnya bisa bertambah juga, jadi sekitar 130 gram. Artinya ada kenaikan sekitar 20 gram, yang kira-kira setara dengan dengan anakan ikan gabus ukuran 9-10 cm dua ekor.

Ganti air bisa dilakukan sekitar 2 minggu sekali, meski bisa lebih dari itu. Kendalanya adalah adanya jentik nyamuk di dalam akuarium. Tentu bisa diatasi dengan pemberian ikan-ikan kecil, seperti ikan cere, atau ikan guppy ke dalam akuarium atau menutup akuarium dengan waring yang halus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *