Budidaya Pembesaran Ikan Gabus di Gorong-gorong atau Buis Beton

daunijo.com_ Pemeliharaan ikan gabus dari species Channa striata dalam gorong-gorong atau bus beton.

Channa striata atau ikan gabus biasa (jawa: iwak kutuk bukan kuthuk ya, kalau kuthuk itu artinya anak ayam yang masih kecil sekitar baru menetas ) adalah salah satu jenis ikan gabus yang banyak dibudidayakan di kolam-kolam buatan. Ikan ini memiliki kandungan albumin yang cukup tinggi sehingga banyak digunakan untuk proses penyembuhan pasca operasi atau tambahan asupan untuk kesehatan.

Wadah Pemeliharaan
Wadah pemeliharaan digunakan gorong-gorong atau buis beton ganda. Dua buah buis beton atau cincin sumur dengan diameter dalam 80 cm ditumpuk dan diplester dengan adukan semen. Kapasitas air dalam wadah pemeliharaan sekitar 400-500 liter. Kolam dilengkapi dengan pipa buang di tengah dengan pipa PVC.

Padat Tebar Ikan Gabus dalam Gorong-gorong
Untuk padat tebar digunakan rasio atau perbandingan air : ikan = 4 : 1 dalam arti satu ekor ikan diberikan jatah air sekitar 4 liter. Angka ini termasuk longgar jika dibandingkan ikan lele dimana biasanya dipelihara dengan rasio 2 : 1 (dua liter air untuk satu ekor ikan) di kolam admin.

Data Benih
Benih yang digunakan dalam pemeliharaan ikan gabus ini adalah hasil pembenihan sendiri. Indukan ikan gabus berasal dari tangkapan alam yang kemudian dipelihara di kolam.

Panjang awal: 8-11 cm
Bobot benih: 661 gram
Rerata : 6,61 gram
Jumlah 100 ekor

Pakan
Persediaan: 10 kg pelet ikan
Persentase kandungan protein: +/- 30 %
Pakan diberikan jenis terapung dari pakan peruntukan ikan lele di pasaran.

Model Perawatan
Pakan diberikan 2 kali dalam sehari pagi sore atau siang dan malam. Perkiraan persentase sekitar 3-4%. Pakan tambahan tidak diberikan pada ikan gabus selain pakan tadi.

Ganti air kolam dilakukan setiap 1-2 minggu sekali dengan mengganti sebagian air kolam 30% atau lebih kemudian menggantinya dengan air baru dari sumur.

Probiotik diberikan langsung ke air kolam, di awal pemeliharaan dan setiap kali setelah pergantian air. Pakan dibiarkan tetap kering tanpa dibibis dengan air.

Hasil Pemeliharaan Ikan Gabus setelah 5 Bulan
Jumlah pakan : 5 kg
Bobot Total: 2917 gram
maks : 81 gram – 22 cm
min : 15 gram – 11 cm
SR : 99%
FCR: 2,17

Hasil Pemeliharaan setelah 8 Bulan (Panen)
Jumlah pakan : 10 kg
Bobot total: 4226 gram
maks +/- 100 gram
min : +/- 20 gram
Rerata bobot: 43,12 gram
SR: 98%
FCR: 2,74

Saran-Saran
Jika diperhatikan data-data di atas, terlihat pertumbuhan ikan belum maksimal baik dari segi bobot rerata maupun rasio konversi pakan, target 7-8 bulan panen belum bisa dicapai karena bobot rerata baru 43,12 gram. Namun demikian panen secara parsial sudah dapat dilakukan dengan mengambil ikan-ikan yang berukuran sekitar 80-100 gram.

Beberapa perkiraan penyebab kurang maksimalnya pertumbuhan pada ikan dalam gorong-gorong ini:
-Pertama: kualitas benih.
Benih-benih yang dipelihara berasal dari indukan hasil tangkapan alam yang ukurannya tidak terlalu besar. Ada kemungkinan masih di awal-awal atau tahap belajar dalam pemijahan sehingga kualitas telur maupun diameternya kemungkinan belum optimal.

Disarankan digunakan indukan yang sudah beberapa kali memijah dengan ukuran induk yang cukup besar untuk mendapatkan benih yang lebih bagus,

-Kedua: asupan pakan
Dengan protein sekitar 30% dan pemberian pakan 2 kali sehari bobot optimal dalam 7-8 bulan belum bisa tercapai. Dengan pengamatan pada ikan-ikan lain yang diberi pakan ikan-ikan segar pertumbuhan ikan gabus jauh beberapa kali lipat dari yang diberi pakan pelet.

Untuk itu disarankan mengganti pakan dengan kandungan protein yang lebih tinggi diikuti dengan pengontrolan jumlah pakan yang diberikan dalam satu hari.

-Ketiga: Padat Tebar
Dengan padat tebar yang cukup tinggi sementara luasan kolam tergolong sempit menyulitkan sebagian ikan ketika diberikan makanan. Saat diamati dengan 100 ekor pada diameter 80 cm, permukaan kolam terlihat penuh dengan ikan dan sebagian terlihat masih berada di bawah. Untuk itu dapat dicoba untuk penggunaan tempat atau wadah yang lebih melebar meskipun dengan padat tebar yang sama. Atau mengurangi jumlah ikan hingga 50% dari jumlah semula.

Hal-hal Positif
Beberapa hal positif yang bisa diambil dari proses pemeliharaan di atas, dengan patokan waktu 7-8 bulan untuk panen, terlihat bahwa kematian ikan gabus akibat aktivitas kanibalisme pada ikan gabus sebenarnya bisa ditekan selama rentang waktu 7-8 bulan tersebut  (SR = 98%). Hasil ini bahkan masih bisa dipertahankan hingga ikan berusia sekitar 12 bulan atau satu tahun dengan perubahan SR yang tidak signifikan.

Salah satu perlakuan yang perlu dilakukan adalah pemberian pakan secara rutin dengan jumlah pakan yang mencukupi. Selain itu jangan pernah terlambat memberi pakan pada ikan-ikan gabus yang dipelihara karena dapat memicu kanibalisme akibat ikan yang kelaparan.

preparedby:
daunijo_com
september 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *