Menanam Selada Hijau DFT Teknik Hidroponik Sederhana

Selada hijau dengan bentuk tepi daun kribo bergerigi ini ditanam pada sistem hidroponik air mengalir dalam atau DFT. Sistem DFT dibuat dari 3 buah  pipa pralon PVC ukuran 3 inchi yang dirangkai miring vertikal. Sejauh ini tanaman tumbuh cukup baik meskipun berada di ruang terbuka tanpa atap dan berada di daerah dataran rendah dengan cuaca cukup panas.

Rak Hidroponik
Untuk media tanam digunakan arang sekam bakar, murah dan banyak tersedia di sekitar rumah. Penampakan selada hijau beberapa hari setelah tanam. Bibit disemai terlebih dahulu dimedia lain baru kemudian dipindahkan ke dalam netpot gelas plastik.

Dengan model air mengalir tinggi ini tidak diperlukan sumbu pada instalasi, cukup gelas akua sebagai netpot yang diberi lubang saja. Air akan dapat langsung menyentuh netpot dan media tanam hingga beberapa centimeter.

Pembuatan rak untuk instalasi hidroponik selada hijau ini cukup mudah. Desain bisa disesuaikan dengan luas ruang yang anda miliki. Contoh desain pipa untuk hidroponik sistem miring ini dapat dibaca pada Cara membuat rak hidroponik DFT-NFT pipa pralon.

selada-hijau-dft-teknik-tanam

Cara Kerja

Setelah instalasi rak dengan pipa selesai, bibit selada yang telah ditanam dalam netpot dipindahkan ke lubang-lubang tanam yang ada. Tong bekas wadah ternak ayam digunakan untuk tampungan nutrisi dan diisi hingga hampir 3/4 tinggi tong. Nutrisi ini kemudian dipompa ke pipa-pipa agar bisa diserap tanaman. Aliran air akan melalui jalur pipa dan kembali lagi ke dalam tong penampung.

Nutrisi dapat ditambahkan setiap dua atau tiga hari sekali saat awal tanam. Begitu tanaman mulai rimbun, kebutuhan nutrisi akan semakin banyak dan penambahan larutan perlu lebih sering dilakukan.

Aliran nutrisi tergenang cukup tinggi hampir setengah dari tinggi diameter pipa. Jika kerapatan netpot tanaman lebih tinggi, air dapat menggenang makin tinggi lagi. Agar air tidak menggenang terlalu tinggi, laju air dari pompa bisa diperkecil saja. Pompa air dapat dinyalakan 24 jam, atau cukup siang hari saja dan malam pompa dapat dimatikan.

5 mL

Kepekatan nutrisi hidroponik untuk tiap jenis tanaman idealnya berbeda-beda. Tanaman selada umumnya ditanam pada kepekatan nutrisi kisaran 600 hingga 800 ppm. Untuk mengetahui ukuran ini dapat digunakan alat TDS meter atau EC meter. Tanaman selada hijau ini tidak menggunakan panduan ppm di atas karena tiadanya alat ukur.

Awal tanam selada, ukuran nutrisi yang diberikan 5 ml pekatan untuk satu liter air. Entah berapa ppm yang dihasilkan dari besaran ini.

selada-kribo-dft-teknik-20-hari

Selada hijau kribo umur 17 hari setelah pindah tanam. Sudah mulai bisa dikonsumsi untuk lalapan, namun umumnya selada kriting ini dipanen umur sekitar 30 hari atau satu bulanan. Belum tahu apakah selada jenis ini juga berasa agak pahit jika pemanenan agak telat atau daun telah tua. Sejauh umur 20an hari ini, selada yang sempat dipetik tidak mengandung rasa pahit. Selada jenis lain yang pernah ditanam belum lama, Cara tanam selada merah sistem sumbu,  dengan warna daun hijau kemerahan, agak terasa pahit jika telat panen.

Lumut

Jika anda membuat banyak lubang tanam pada pipa dan beberapa lubang tidak dipakai karena menjaga jarak tanam, sebaiknya lubang-lubang ini ditutup sementara. Penutupan bertujuan menghindarkan tumbuhnya lumut pada nutrisi dalam pipa. Lumut ini bisa tumbuh subur dan cukup tebal. Tentunya sedikit banyak akan mengganggu tanaman.

lumut-dalam-pipa-dft-hidroponik

Lumut tidak akan tumbuh jika bagian dalam pipa tidak terkena sinar matahari. Penutupan lubang bisa dilakukan dengan menggunakan lakban hitam ukuran besar. Jika ingin lubang digunakan lagi, lakban tinggal dibuka lagi.


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*