Cara Mengatasi Permukaan Air Kolam Benih Lele yang Berbusa

Seorang kawan pembenih pernah bercerita tentang buih atau busa yang muncul di permukaan air kolam tempat pemeliharaan benih lelenya. Karena sedang berada di luar kota, maka tidak ada treatment yang segera dapat dilakukan. Ujungnya, munculnya banyak busa ini kemudian diikuti oleh kematian massal bibit lele yang masih berusia di bawah sepuluh hari. Benih lele usia dibawah seminggu atau sepuluh hari memanglah masih sensitif dan rawan kematian.

Busa atau buih yang muncul dalam jumlah banyak dan pekat dipermukaan kolam ini menjadi indikator air kolam sedang bermasalah. Dari sedikit pengalaman menangani kolam dari berbagai umur ikan, busa atau buih ini lebih muncul di tingkat benih atau lele yang masih kecil.

Sisa pernafasan dan Kotoran
Dari pengamatan terbatas pada kolam ikan lele yang berusia semingguan, sumber busa yang ada di permukaan ini ada dua. Yang pertama, nampak gelembung udara yang keluar dari bagian samping tubuh ikan lele di belakang kepala. Kemungkinan gelembung udara ini adalah sisa pernafasan. Umumnya gelembung tunggal ini begitu sampai ke permukaan air akan segera pecah, menimbulkan percikan kecil air ke udara, plukk. Lain kesempatan terlihat juga, gelembung ini tidak segera pecah atau pecah dalam waktu yang lebih lama. Juga gelembung-gelembung udara yang datang hampir bersamaan akan saling menempel dan tidak segera pecah. Gelembung yang tidak segera pecah juga terjadi jika kandungan lendir yang ada pada tubuh ikan meningkat.

busa-di-kolam-benih-lele

Busa air kolam, masih sedikit

Sumber yang kedua terlihat gelembung udara yang datang dari dasar kolam. Air yang masih cukup transparan memperlihatkan tidak sedang ada ikan di sana. Yang ada adalah sisa-sisa kotoran ikan dan sisa pakan yang saling lengket seperti lumut. Gelembung udara ini kemungkinan sisa reaksi yang terjadi atau dari organisme yang ada pada bahan-bahan tadi. Gelembung udara ini dalam jumlah bersamaan mampu mengangkat lumut atau kotoran dari dasar naik ke atas.

Pada tingkat penetasan telur, telur yang mulai membusuk dalam jumlah besarĀ  juga ditandai dengan munculnya banyak buih dipermukaan sekaligus warna air yang berubah keruh dan bau yang anyir.

Kedua macam gelembung tadi sebagian akan bertemu membentuk susunan yang lebih besar dan tidak segera pecah hingga mampu menutupi permukaan air kolam.

Umumnya buih di permukaan yang masih bisa ditoleransi jika kemunculannya tidak terlalu banyak dan ditandai dengan gerakan ikan yang masih cukup lincah serta nafsu makan yang tetap tinggi.

Padat Tebar Tinggi

Busa yang muncul di permukaan air kolam ini salah satunya bisa dihubungkan dengan tingginya jumlah ikan di dalam kolam. Pada satu kolam pemijahan yang umumnya berukuran kecil, dari satu induk ikan lele dapat menghasilkan ribuan hingga puluhan ribu benih. Pada kasus seperti ini baik segera dilakukan langkah penjarangan setelah benih berusia beberapa hari dengan membagi benih lele menjadi beberapa kolam.

Padat tebar yang tinggi juga berarti kemungkinan sisa pakan yang volumenya lebih besar. Ikan yang banyak juga berarti kotoran yang menumpuk juga akan lebih banyak. Sisa pakan dan kotoran akan berhubungan dengan ammonia yang dihasilkan. Seperti telah diketahui, kadar ammonia yang tinggi ini yang sering menyebabkan kematian benih lele dan biasanya diawali dengan stress pada ikan. Stress mudah terlihat jika banyak ikan mengapung di permukaan air, ataupun ikan tidak mau menerima pakan yang diberikan.

Umumnya padat tebar yang tinggi perlu diimbangi dengan sistem managemen air yang khusus. Atau, penerapan pola penggantian air yang relatif sering sekaligus pembuangan kotoran dari dalam kolam.

Hujan Deras

Biasanya benih lele hari-hari awal dilindungi dulu dari terpaan hujan langsung. Karena keduluan turun hujan lebat, tutup tidak sempat terpasang. Esoknya, buih muncul di kolam benih dengan volume cukup banyak. Untungnya ikan masih tahan dan hanya bergerombol di permukaaan air. Hujan kemungkinan besar mengubah pH air kolam menjadi lebih asam hingga benih ikan lele tidak tahan dan mengeluarkan gelembung udara yang lebih pekat.

Solusi

Untuk membuat ikan lincah kembali, yang paling sering kami lakukan dan paling mudah adalah dengan penambahan air segar atau menaikkan level tinggi dari air kolam. Air kolam dikucurkan dengan pipa yang dilubangi di beberapa bagian. Sebelumnya air kolam dapat dikurangi dulu volumenya beberapa bagian. Biasanya beberapa lama kemudian busa mulai berkurang dan ikan mulai terlihat lincah.

Selain kucuran air, pembersihan kotoran ikan terkadang dilakukan juga dengan sipon selang air. Ini biasa dilakukan terutama pada air kolam yang terlalu baru atau belum jadi. Mikroorganisme yang ada di air kolam belum bekerja maksimal hingga perlu dibantu dengan proses sipon ini.

Air sumur yang masih baru dimasukkan menjadi air kolam tentu belum banyak mengandung organisme yang mendukung kehidupan kolam dengan baik alias air ini belum jadi. Idealnya, air dimatangkan dulu dengan penambahan probiotik dan pupuk kandang beberapa lama sebelumnya. Pada tingkat benih, kolam dapat dilindungi dulu dari terpaan hujan yang turun.

Air kolam yang matang dengan padat tebar normal dapat mengurangi timbulnya busa pada kolam ini, terutama busa dari gelembung udara dari hasil pembusukan bahan organik di dasar kolam.

Selain itu, penggaraman kolam yang berlebih dapat menimbulkan pula banyak busa pada permukaan air kolam. Seperti ikan lele yang banyak berbusa saat digarami ketika hendak digoreng.

5 thoughts on “Cara Mengatasi Permukaan Air Kolam Benih Lele yang Berbusa

  1. Oji

    Mas mau tanya, saya buat persiapan kolam bioflok pakai gentong 200L, pada awalnya sy isi air, ke esokan harinya sy tambahkan prebiotik dan kolase + aerasi, mlm harinya sy tambahkan garam ikan dan kapur dolomit, 3 hari kemudian muncul gumpalan di dinding kolam, s.d hari ke 8 gumpalan pd dinding menghilang namun ada gumpalan melayang2, disertai busa air yg tebal, PH air di kisaran 6.7 s/d 7.2, air berubah menjadi agak jernih (sblmnya agak keruh)
    Kira2 kenapa kok berbusa gitu ya mas? Rencana mau masukan bibit, jadi ragu karena busa tsbt.

    Reply
    1. daunijo Post author

      Utk model bioflok ini blm pernah sy coba mas, takutnya salah kasih info nanti.

      Reply
    2. ahmad

      saya pernah ngalamin dan malah baru berapa minggu dalam media Tong uk.200Liter . Setau saya untuk Persiapan kolan bioflok memang tahapannya dalam air bila mau tebar bibit harus di endapkan dan ada aerasi dalam kolam . Dan bahan2 nya sudah sama seperti saya . Kalau soal yg melayang2 dalam berapa hari . Itu sudah muncul flok nya mas . Itu sih saya sudah alami dan menanyakan pada master bioflok juga .

      Reply
      1. daunijo Post author

        Sip mas, infonya tks.

        Reply
  2. Liane harly

    Min…numpang nanya ni…..lele ane umur 10 hati tiba2 berbuih dan nggantunh….kira kira kalo dikasi garem dan airnya disedot tetus ditambahin bole g ya min….tolong bimbinganya ya min…..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *