Wisata Pedesaan Nostalgia Musim Tanam Padi

Meskipun keberadaannya mulai tergantikan oleh kerbau jepang alias traktor, namun pemanfaatan tenaga traktor tanpa BBM alias kerbau bajak untuk mempersiapkan lahan bertanam padi masih bisa ditemukan di banyak wilayah pedesaan.  Aktivitas membajak sawah dilakukan di musim hujan saat air berlimpah.

Tentunya ini dilakukan untuk daerah sawah tadah hujan. Untuk daerah dengan irigasi sepanjang tahun, proses pembajakan sawah dapat ditemui 3 kali dalam setahun jika selalu ditanami padi. Seperti gambar foto-foto berikut:

Aktivitas membalik tanah dengan kerbau ini dinamakan ngluku dalam bahasa jawa, dengan menggunakan dua kerbau yang sudah terlatih pak tani bergerak dari luar melingkar mengelilingi sawah dengan arah radial ke dalam.

membajak-sawah

Waktu pembajakan biasa di pilih di pagi-pagi benar untuk menjaga stamina kerbau yang tidak kuat menahan panas matari yang terlalu terik. Juga agar bapak pembajak sawahnya tidak kepanasan.

menggaru-sawah

Selesai pembalikan tanah aktifitas dilanjutkan dengan proses meratakan sambil melembutkan tanah hasil bajakan, proses ini dinamakan menggaru. Hasil dari penggaruan akan diperoleh lahan sawah yang siap untuk ditanami.

menata-bibit-padi

Aktifitas penanaman padi didahului dengan peletakan ikatan-ikatan benih padi dalam barisan di sepanjang lahan. Daun bagian atas bibit ini tampak selalu terpotong untuk mengurangi penguapan.

menanam-padi

Penanaman padi dilakukan oleh kaum ibu, 3 atau 4 orang sekaligus dengan sistem mundur.  Agar rapi dan teratur ibu-ibu ini menggunakan bilah bambu panjang yang ditandai untuk jarak tanam tertentu. Sisa benih tanaman akan diletakkan di satu sudut sawah, berguna untuk keperluan penyulaman bibit yang mati.

One thought on “Wisata Pedesaan Nostalgia Musim Tanam Padi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *